Merawat Bromelia Agar Tampil Menawan

Bromelia memang bukan tanaman hias baru. Keberadaannya sudah ditemukan beberapa decade lalu. Nama bromelia berasal dari nama ahli botani Swedia, OlofOle Bromell. Tanaman ini berasal dari daerah Amerika Latin. Spesies bromelia yang telah berhasil diidentifisikasi antara 3.200 jenis. Angka itu belum ditambahkan dengan bromelia hasil silangan.  Jumlah bromelia hibrid terus meningkat, seiring bertambahnya penyuka tanaman yang membudidayakan dan merawat bromelia.

Bromelia memang memiliki ciri khas secara fisik. Tanamannya unik dan berwarna-warni serta keindahannya tidak mengenal musim. Bunga bromelia mampu bertahan hingga 2 bulan. Daunnya bervariasi, berbentuk langsing memanjang berdaun pendek, bahkan jenis daun yang berduri.

Ada jenis bromelia dengan tipe minimalis. Bentuk daunya seperti  lidah buaya, tapi ukurannya lebih kecil yaitu  jenis Bromelia cryptanthus. Jenis ini belum banyak dipelihara di Indonesia. Faktor utamanya adalah kurangnya pemahaman dalam merawat tanaman ini. Kuncinya adalah pencahayaan dan penyiraman yang dilakukan secara tepat, sehingga bromelia bakal tampil sempurna.

 

Sudah banyak penyuka taman yang melirik bromelia sebagai elemen pelengkap taman. Mereka meletakkan bromelia di tepi jalan, sudut perumahan,dan sebagai point of interest dari taman. Sentuhan warna daun bromelia yang berwarna-warni menjadikan taman yang menarik. Tanaman bromelia yang sering digunakan adalah Bromelia vriesea dan Bromelia neoregelia.

Pada habitatnya, tanaman bromelia ini hidup secara epifit, menumpang pada batang pohon. Apabila ditanam untuk taman, maka sebaiknya media yang digunakan untuk bromelia tidak hanya tanah, tetapi juga campuran antara tanah dengan pasir. Karena, bromelia yang ditanam langsung di tanah sangat rentan terhadap serangan jamur dan cacing, dan mudah membusuk. Merawat Bromelia yang di dalam pot harus memerhatikan faktor, media tanam, pencahayaan, penyiraman, serta pem berian nutrisi yang cukup.

Berikut ini beberapa informasi yang berhasil dihimpun dalam merawat bromelia, yaitu:

Suhu dan Kelembapan

Bromelia menyukai tempat lembap dengan sirkulasi udara yang baik. Kelembapan yang disukai tanaman ini berkisar 60% dan suhu 15—30 derajat. Tanaman ini dapat ditanam di mana pun, baik di dataran rendah hingga dataran tinggi, asalkan suhu dan pencahayaannya sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Kebutuhan Air

Penyiraman tanaman bromelia adalah 2 sampai 3 kali seminggu. Penyiraman sebaiknya dilakukan jika media tampak dan terasa kering. Kondisinya tentu berbeda pada saat cuaca panas, mendung, atau hujan. Ciri tanaman yang kekurangan air dapat terlihat dari daunnya yang berubah menguning. Apabila sudah disiram, warna daun kembali seperti semula. Fungsi penyerapan air juga dilakukan oleh daun. Maka bentuk daun bromelia memiliki disain khusus untuk menampung air. Cadangan air akan diserap secara osmosis, sehingga penyiraman tidak terlalu sering dilakukan.

Intensitas Cahaya Matahari

Kebanyakan tanaman Bromeliaceae tidak tahan terhadap terpaan cahaya matahari langsung dalam waktu lama. Ciri bromelia yang mampu bertahan adalah bromelia dengan daun tebal, kaku, berduri tajam, dan berwarna abu-abu hijau atau keperakan. Diantaranya adalah Ananas, Puya, Bilbergia, dan Hectias. Bentuknya semakin baik jika ditanam di tempat yang panas.

Bromelia sebaiknya ditanam di tempat yang ternaungi, dengan peneduh sampai intensitas sinar matahari berkurang antara 60—70%. Sinar matahari yang berlebih membuat daun menggulung atau terbakar. Intensitas cahaya yang kurang menyebabkan daun bromelia menjadi kusam serta warnanya kurang cerah.

Media Tanam

Media tanam yang dapat digunakan untuk menanam bromelia adalah cocopeat, sekam, sabut kelapa, pakis cacah, dan humus. Tidak ada panduan campuran media tanam untuk bromelia. Dengan cocopeat, penyiraman tidak perlu terlalu sering.  Asalkan media tidak kering, bromelia bakan tampil cantik. Campuran pakis, sekam bakar, dan sabut kelapa dengan perbandingan 1 : 1 : 1 cocok untuk media tanam bromelia.

Related Post