Melati Belanda, Cara Praktis Menanam dan Merawatnya

Salah satu tanaman menawan yang sering digunakan untuk pagar rumah atau kanopi adalah Tanaman Melati Belanda (Quisqualis Indica). Tanaman ini juga sering disebut sebagai Chinese Honeysuckle. Bagaimana cara menanam Melati Belanda?

Tanaman Melati Belanda sangat menarik terutama karena kombinasi warna bunga dalam tangkai yang merupakan campuran merah, pink, putih dan hijau. Campuran warna dalam tangkai ini terjadi karena, pada batang yang sama ada banyak bunga yang mulai mekar secara bertahap. Kuncup-kuncup bunga berwarna hijau segar. Saat mereka mekar kemudian bunga-bunga merah keluar, untuk pudar berikutnya merah muda dan putih. Terlihat sangat cantik, feminin dan romantis.

Jika kita lewat di dekatnya, kita tidak hanya melihat pemandangan romantis yang indah, tetapi samar-samar juga tercium aroma wangi yang lembut. Sangat cocok digunakan untuk mengajak kupu-kupu datang ke halaman rumah.

Jenis Tanaman Melati Belanda

Tanaman Melati Belanda mungkin sudah lama dikenal sebagai tanaman merambat untuk pagar halaman atau kanopi rumah. Ada 2 jenis Melati Belanda yang diperdagangkan, yaitu:

  1. Jenis Rangoon Creeper: Chinese honeysuckle, yang memiliki sifat merambat. Jika ditanam langsung di tanah, fisiknya tidak bisa tegak, namun merimbun seperti semak. Bunganya berwarna merah dengan gradasi tak terlalu menonjol.
  2. Jenis Capadia Compacta: Tanaman yang berasal dari Thailand dan India ini memiliki karakter yang mampu berdiri tegak dan kompak. Meski tetap aman, tetapi untuk penggunaan bisa lebih fleksibel.

Menanam Melati Belanda

Tanaman Melati Belanda membutuhkan banyak sinar matahari untuk mengoptimalkan pertumbuhannya sehingga mampu mengeluarkan keindahan bunganya. Dan tentu saja karena batangnya yang lemah, harus ditanam di dekat pagar atau dengan tiang penyangga.

Pilih tempat yang cerah dan lembab. Sementara tanaman honeysuckle dapat mentolerir hampir semua lokasi, mereka akan tumbuh lebih subur di bawah sinar matahari. Jika memungkinkan, tanamlah Melati Belanda di lokasi yang menerima sinar matahari penuh. Lokasi yang Anda pilih juga harus memiliki tanah yang menyimpan air tanah yang baik. Tanpa sinar matahari, tanaman melati Belanda tidak akan berbunga banyak dan kadang daunnya rontok

Karena bunga melati Belanda sedang memanjat bunga seperti cara menanam bunga anggur maka beri penyangga pada tanaman ini jika diperlukan. Setelah memilih lokasi, tentukan apakah tanaman akan berfungsi sebagai penutup tanah atau apakah melati Belanda akan memanjat struktur penyangga nanti. Jika Anda ingin menggunakan melati Belanda sebagai penutup tanah, Anda tidak perlu memasang tiang pendukung.

Jika Anda ingin membiarkan melati Belanda menyebar, Anda perlu menanamnya di dekat dinding atau pagar, atau memasang terali, tiang, dinding, atau pagar. Jika Anda tidak menanam melati Belanda di dekat pagar atau dinding, berilah tiang pendukung sebelum menanam Melati Belanda. Jika Anda memasang penyangga setelah meletakkan tanaman di tanah, Anda dapat merusak sistem akar tanaman.

menanam melati belanda
Gambar Melati Belanda

Cara Menanam Benih Melati Belanda

Menanam bunga melati Belanda sebelum musim hujan. Jika Anda menggunakan Melati Belanda sebagai penutup tanah, tanamlah antara 20 hingga 25 cm secara terpisah. Jika Anda ingin melati Belanda berkembang biak, letakkan setiap tanaman enam hingga 30 cm dari struktur pendukung dan 50 cm dari tanaman lainnya.

  1. Gali lubang sedalam sistem akari. Lubang harus dua hingga tiga kali lebih lebar dari wadah.
  2. Campurkan kompos baru ke dalam tanah yang Anda buang dari lubang.
  3. Ambilah Melati Belanda dari wadah tanpa merusak sistem akar.
  4. Longgarkan tanah tanaman dengan ujung jari Anda sebelum menempatkannya di lubang.
  5. Tambahkan setengah campuran tanah ke dalam lubang. Beri udara di area tersebut untuk mengeluarkan kantung udara yang tidak diinginkan. Biarkan semua air mengalir.
  6. Isi sisa lubang dengan campuran kompos tanah.

Merawat Melati Belanda

Ada beberapa tindakan yang dapat Anda ambil untuk memastikan kesehatan dan pertumbuhan tanaman melati Belanda yaitu:

  • Segera setelah penanaman, tutupi pangkal tanaman melati Belanda dengan lapisan kompos sedalam 7 cm, diikuti dengan lapisan mulsa. Mulsa akan membantu tanah menahan air.
  • Jika daerah Anda merupakan daerah dengan curah hujan kecil, maka sirami tanaman Melati Belanda ini secara teratur.
  • Pangkaslah tanaman untuk mengendalikan pertumbuhannya. Pemangkasan sebaiknya dilakukan setelah bunga mulai berkurang.

6 komentar untuk “Melati Belanda, Cara Praktis Menanam dan Merawatnya”

  1. Selamat pagi… saya mempunyai tanaman melati belanda kira2 usia 6 bulan. Daunnya tumbuh dgn subur, namun akhir2 ini akar rambatnya kok seperti tidak bergerak lagi, tidak bertambah panjang. Bahkan ada akar rambat yang tidak sengaja patah dan tidak tumbuh lagi. Pertanyaan saya apakah akar rambat itu masih bisa tumbuh dan terus merambat? tidak hanya subur di daun seperti sekarang.
    Mohon infonya.. Thx..

  2. Saya punya tanaman melati belanda. Biasanya rajin berkembang. Semenjak banyak ulat, saya tebang semua dan sisa batang baeah. Sekarang tumbuh lagi lebat. Tapi kenapa makin kesini daunnya ada benjol2nya ya. Dan sekarang jarang berkembang. Apa ada pupuk/semprot yg membuat tanaman cepat berbunga? Mohon infonya. Terimakasih

  3. Hai Dian,
    Karena daun dan tanaman cukup sehat, kemungkinann tanaman melati belanda tersebut kekurangan sinar matahari.
    Cuaca sekarang ini memang kurang bersahabat.
    Coba cek juga kadar air di tanahnya dan apabila terlalu berlebih maka buatlah drainase yang baik.
    Berilah pupuk slow release saja.

    Happy Gardening!

  4. selamat malam, saya Diana. Saya menanam Melati Belanda di pragola garasi rumah. Selama ini tumbuh sehat dan berbunga cantik. Namun sebulan terakhir ini saya liat di beberapa bunga menjadi coklat seperti layu namun tidak jatuh. Biasanya setelah dia berbunga, layu dan jatuh. Namun sekarang tidak. Daun daun masih terlihat segar.
    Apakah dia terkena penyakit atau kurang pupuk ?
    Mohon info dan penjelasan cara menyembuhkannya
    Thank you

  5. Dear Hera,

    Daun kuning dan rontok apabila terjadi secara tiba2 merupakan tanda terkena penyakit.
    Apabila daun menguning perlahan dalam jangka waktu lama kemungkinan karena kekurangan unsur hara kalium atau nitrogen.
    Bila batang masih dapat diselamatkan dan berwarna hijau, maka pertimbangkanlah untuk mulai memperbanyak dengan stek batang.

    Jangan kapok menanam yaa!

  6. mau tanya , saya mempunyai tanaman melati belanda , tetapi kenapa daunnya bisa menjadi kuning dan rontok semua. dan tidak tumbuh lagi
    Mohon nasehat nya , apa yg harus saya lakukan ?

    Apakah tanaman itu terkena penyakit ?

    Terima kasih
    Hera

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.