Adenium, Bunga Bagus Beracun

Adenium merupakan tanaman hias favorit sampai saat ini, karena tanaman dan bunga adenium yang mempesona. Batang adenium yang kokoh membentuk bonggol besar berliuk-liuk sehingga menyerupai bonsai menambah semarak taman rumah. Bunga adenium yang berwarna-warni, mulai dari merah, putih, pink , hingga bermotif garis atau bercak-bercak yang membuat penampilannya semakin memikat. Menanam adenium harus berhati-hati karena getahnya beracun.

Adenium Obesum memang banyak ditanam sebagai tanaman rumah di daerah tropis. Banyak hibrida telah dikembangkan. Mereka dapat tumbuh selama bertahun-tahun dalam pot dan biasanya digunakan untuk bonsai. Tak hanya itu, sebagian orang berkeyakinan tanaman ini dapat membawa kebahagiaan, ketentraman dan keberuntungan bagi pemiliknya.

menanam adenium

Karena tanaman biji yang dihasilkan tidak genetik identik dengan pohon induk, varietas diinginkan umumnya diperbanyak dengan okulasi . Genetik tanaman yang identik juga dapat diperbanyak dengan memotong. Namun, tanaman cutting cenderung untuk tidak mengembangkan caudex tebal seperti diinginkan secepat tanaman yang ditumbuhkan dari biji.

Getah Adenium boehmianum , A. multiflorum , dan A. obesum mengandung racun glikosida jantung dan digunakan sebagai racun panah di seluruh Afrika untuk berburu binatang besar. Sehingga akan lebih baik kalau anda yang bersentuhan selalu membungkus tangannya dengan sarung tangan atau selalu mencuci tangannya hingga bersih setelah menyentuh tanaman Adenium.

Menanam Adenium

Cara menanam adenium paling mudah adalah dengan cutting atau setek, tetapi apabila diinginkan maka dapat ditanam dari biji

  1. Media tanam sekam bakar, pasir malang dan cocopeat dicampur/diaduk sampai rata.
  2. Masukkan campuran media ke dalam wadah/pot. Sampe batas 1 cm dari bibir wadah/pot.
  3. Siramlah campuran media tersebut sampe basah (tidak ada lagi bagian yang kering) dengan larutan fungisida/bakterisida atau gabungan keduanya (bactocyn).
  4. Rendamlah seed didalam larutan hormonik dengan dosis sesuai anjuran, atau bisa juga pake air biasa selama kurang lebih 1 – 1,5 jam.
  5. Ambilah seed yang sudah direndam, taruh dipermukaan media. Susunlah secara acak yang penting diberi jarak antar seed.
  6. Tutuplah seed dengan cocopeat murni sampai setebal 0,5-1 cm. Kemudian siramlah lagi dengan larutan B1, atau menggunakan air biasa.
  7. Letakkan di tempat yang teduh, tapi berangin dan jangan kena hujan terlebih dahulu.
  8. Apabila terlihat media bagian atas kering, semprot (spray) dengan air biasa.

menanam adenium

Memperbesar Batang Adenium

  1. Media harus bernutrisi, karena bonggol adalah penyimpan cadangan makanan, kalo tidak ada makanannya apa yg mau disimpan?
  2. Pemendaman bonggol, bonggol yg berada di atas media akan mengeras pada bagian luar/kulit sehingga kurang fleksibel untuk pembesaran bonggol. Pembesaran bonggol lebih efektif bila bonggol dipendam/tertutup media.
  3. Repotting, secara berkala setidaknya 2 – 3 bulan maksimal 6 bulan adenium diganti sekaligus untuk penataan akar dan bonggol. ga mau kan kalau bonggol besar tp berantakan?
  4. Sesuaikan ukuran pot, sebaiknya ukuran pot tidak mepet/sempit untuk keleluasaan perkembangan bonggol. pastikan media tidak padat dengan cara menggebrak sisi2 pot dengan tangan.

Pemangkasan dan Pembentukan Adenium

Perlu di ingat lagi tempat memasak makanan yang paling banyak/paling sempurna ada di daun. Tanaman yang ada daunnya pertumbuhannya lebih cepat dari tanaman yang tidak ada daunnya. Pruning pucuk dimaksudkan untuk menggangu pertumbuhan tanaman ke atas. Sehingga makanan di harapkan untuk memperbesar bonggol, memperbesar batang & memperbanyak tunas2 samping. Kelemahannya cabang/atau batang yang tertutup daun jadi hijau muda karena kurang terkena sinar matahari.

menanam adenium

  1. Pruning daun bawah dengan cara memotong semua daun di bagian bawah. Hanya menyisakan beberapa lembar paling atas. Bertujuan untuk menuakan batang yang masih hijau. Menghasilkan batang ayang masih hijau akan menjadi cepat tua atau berwarna cokelat.
  2. Pruning daun ujung dengan cara memotong beberapa daun muda di ujung batang dan menyisakan yg di bawahnya. Bertujuan untuk menghambat pertumbuhan cabang tertentu/yang dipotong. Hal ini mengakibatkan pertumbuhan atau panjangnya batang akan tertahan.

Related Post