Media Tanam Aglonema

Hal penting yang harus diperhatikan untuk meracik media tanam Aglonema, adalah jenis media tanam yang digunakan serta komposisinya. Racikan media tanam yang dihasilkan harus porous dan dapat menyediakan unsur hara yang cukup bagi tanaman. Media tanam aglaonema terdiri atas dua jenis, media bersifat keras dan media bersifat lembek atau lunak. Media tanam keras yaitu pasir malang, sekam, dan pakis. Sedangkan media tanam lunak yaitu andaman, kaliandra, dan kadaka.

Media tanam keras berguna untuk menghasilkan porousitas, sedangkan media tanam lunak berfungsi untuk menyediakan makanan dan untuk pertumbuhan akar. Setiap media tanam memiliki pengaruh berbeda bagi pertumbuhan aglaonema. Media tanam yang tepat membuat akar tumbuh sehat. Ciri akar yang sehat adalah berwarna putih bersih, tidak layu, dan elastis atau tidak mudah patah.

Berikut ini beberapa media tanam aglaonema, antara lain

Batang Pakis

Batang pakis, berdasarkan warnanya, dibedakan menjadi dua, adalah batang pakis hitam dan batang pakis cokelat. Pakis hitam lebih umum digunakan sebagai media tanam berasal dari tanaman pakis yang sudah tua sehingga lebih kering.

Pakis dapat diolah dalam dua bentuk, yakni bentuk lempengan yang berfungsi untuk media tanam anggrek, dan bentuk cacahan halus dan cacahan kasar. cacahan pakis halus akan mengisi pori-pori media dengan baik, tetapi media menjadi berat. Sedangkan cacahan pakis kasar tidak mengisi pori-pori media dengan baik. Karena itu, untuk mendapatkan media pakis yang baik, campuran seimbang kedua cacahan ini dapat digunakan.

Karakteristik yang menjadi keunggulan media batang pakis adalah sifat-sifatnya yang porous, memiliki aerasi dan drainase yang baik, serta bertekstur lunak sehingga mudah ditembus oleh akar tanaman.

Untuk menanam aglaonema, batang pakis sebaiknya tidak dicacah sampai halus karena akan menjadi mampat dan keras. Mengakibatkan sulit ditembus akar. Media batang pakis yang digunakan untuk bibit aglaonema disterilisasi terlebih dahulu agar terhindar dari jamur dan bakteri, dengan cara dijemur di bawah terik matahari atau dicuci dengan air bersih.

Coco Peat

Cocopeat atau Sabut kelapa atau merupakan bahan organik alternatif untuk media tanam. Sabut kelapa sebaiknya digunakan untuk daerah dengan bercurah hujan rendah. Kebanyakan air hujan dapat menyebabkan media tanam ini lapuk serta dapat menjadi sumber penyakit. Untuk mengatasi pembusukan, sabut kelapa direndam terlebih dahulu di dalam larutan fungisida.

Kelebihan sabut kelapa sebagai media tanam disebabkan karakteristiknya yang mampu mengikat dan menyimpan banyak air, serta mengandung unsur-unsur hara esensial, seperti kalsium (Ca), magnesium (Mg), kalium (K), natrium (N), dan fosfor (P).

Sekam Padi

Sekam adalah media tanam yang berasal dari kulit biji padi. Sebagai media tanam, dapat berupa sekam bakar atau sekam mentah yang telah diamkan/disimpan selama 4—8 minggu. Sekam bakar dan sekam mentah memiliki tingkat porousitas yang sama.

Sekam bakar sebagai media tanam tidak perlu melalui proses sterilisasi lagi karena patogen telah mati pada saat pembakaran. Selain itu, sekam bakar juga memiliki kandungan karbon yang tinggi, menyebabkan media tanam ini menjadi gembur. Namun demikian, dikarenakan sifatnya yang mudah lapuk, media dengan sekam bakar harus lebih sering diganti.

Sekam mentah memiliki kelebihan mudah mengikat air, tidak mudah lapuk, mengandung kalium (K) yang dibutuhkan tanaman, serta tidak mudah menggumpal. Akan tetapi sekam mentah cenderung miskin hara.

Kompos

Kompos adalah media tanam organik yang berasal dari proses fermentasi tanaman atau limbah organik, seperti jerami, sekam, daun, rumput, dan sampah kota. Media kompos yakni mampu mengembalikan kesuburan tanah melalui perbaikan sifat-sifatnya, baik fisik, kimiawi, maupun biologis. Kompos juga menjadi fasilitator dan mampu meningkatkan efisiensi penyerapan unsur nitrogen (N) yang sangat dibutuhkan tanaman.

Kompos yang baik untuk media tanam adalah yang telah mengalami pelapukan sempurna, terlihat dengan perubahan warna dari bahan pembentuknya, yaitu berwarna hitam kecokelatan, tidak berbau, strukturnya remah, memiliki kadar air yang rendah, serta memiliki suhu ruang.

Pasir Malang

Pasir adalah batuan halus yang mempunyai diameter kecil dan mempunyai luasan permukaan butiran lebih besar dibandingkan dengan tanah. Media pasir mempunyai rongga udara yang lebih banyak daripada media lain. Selain itu, media pasir juga sangat porous. Sebagai media aglaonema, pasir harus dicampur dengan media lain, misalnya sekam dan batang pakis. Media pasir sangat minim kandungan haranya, bahkan kadang-kadang tidak mempunyai hara sedikitpun. Oleh karena itu, penggunaan media pasir harus disertai dengan penambahan pupuk.

Kaliandra

Kaliandra adalah humus yang berasal dari daun tanaman kaliandra (Calliandra calothyrsus). Humus kaliandra ini sangat baik digunakan untuk media tanam aglaonema, karena banyak mengandung nutrisi dan pelengkap hara. Humus kaliandra harus disterilkan sebelum digunakan, dengan cara mengukus, memanaskan, atau merendamnya ke dalam bakterisida atau fungisida yang bersifat sistemik. Karena media ini cukup rentan terhadap serangan penyakit.

Akar Kadaka

Akar kadaka atau akar tanaman paku sarang burung hidupnya menempel pada pohon lain sebagai epifit. Terdapat di hutan hujan tropis, dari dataran menengah sampai dataran tinggi. Sebagai media tanam, Kadaka sangat baik dalam menyimpan dan menyerap air dan unsur hara yang diberikan saat pemupukan. Kandungan haranya tidak cepat habis terbawa air siraman atau air hujan. Media tanam ini sebaiknya tidak disiram terlalu berlebihan agar media tidak terlalu lembap. Media yang lembap rentan terkena serangan penyakit dan jamur.

Pupuk Kandang

Pupuk organik ini memiliki kandungan unsur hara yang lengkap seperti natrium (N), fosfor (P), dan kalium (K) sangat cocok dijadikan untuk media tanam. Selain itu, pupuk kandang memiliki kandungan mikroorganisme yang mampu merombak bahan organik menjadi komponen yang lebih mudah diserap. Pupuk kandang yang akan digunakan sebagai media tanam harus yang sudah matang dan steril. Ditandai dengan warna pupuk yang hitam pekat. Penggunaan pupuk kandang yang sudah matang bertujuan untuk mencegah munculnya bakteri atau cendawan.

Pupuk kandang yang belum matang dapat mengganggu pertumbuhan akar tanaman aglaonema. Terganggunya pertumbuhan akar ditunjukkan dengan tanda tanda defisiensi unsur hara, salah satunya warna daun memucat. Pupuk diayak terlebih dahulu agar diperoleh ukuran yang lebih kecil.

Media Tanam Aglaonema

Cacahan batang pakis, arang sekam, dan pasir malang adalah media yang ideal menanam Aglonema. Pakis dan arang sekam memiliki kemampuan menyimpan air yang baik. Pakis dengan ukuran besar akan mencegah pemampatan media, sehingga akar Aglaonema dapat tumbuh dengan baik. Pasir malang berfungsi  untuk menjaga aerasi agar air tidak menggenang. Seluruh kebutuhan tanaman yang diperoleh melalui akar, meliputi kecukupan ruang aerasi, ketersediaan air, dan kemampuan mengikat unsur hara.

Media tanam dapat ditambah dengan humus atau kompos agar nutrisi di dalam media berkecukupan. Campuran media tanam untuk aglaonema sebenarnya dapat divariasi. Komposisi yang dapat digunakan adalah 1 : 1 : 1, asalkan media tidak cepat rusak dan lembap.

Dalam beberapa bulan media akan mampat dan menjadi keras, sehingga akar terhimpit. Apabila akar telah memenuhi ruang pot sebaiknya segera dilakukan penggantian media tanam atau memindahkannya ke dalam pot yang lebih besar.

Related Post