Cactus & Succulent

Kaktus termasuk ke dalam golongan tanaman sukulen karena mampu menyimpan persediaan air di batangnya. Batang tanaman ini mampu menampung volume air yang besar dan memiliki bentuk yang bervariasi. Untuk dapat bertahan di daerah gurun yang gersang, kaktus memiliki metabolisme tertentu. Tumbuhan ini membuka stomatanya di malam hari ketika cuaca lebih dingin dibandingkan siang hari yang terik. Pada malam hari, kaktus juga mengambil CO2 dari lingkungan dan menyimpannya di vakuola untuk digunakan ketika fotosintesis berlangsung (terutama pada siang hari). Banyak spesies dari kaktus yang memiliki duri yang panjang serta tajam. Duri tersebut merupakan modifikasi dari daun dan dimanfaatkan sebagai proteksi terhadap herbivora. Bunga kaktus yang berfungsi dalam reproduksi tumbuh dari bagian ketiak atau areola dan melekat pada tumbuhan serta tidak memiliki tangkai bunga.

Kaktus dapat tumbuh pada waktu yang lama tanpa air. Kaktus biasa ditemukan di daerah-daerah yang kering (gurun). Kata jamak untuk kaktus adalah kakti. Kaktus memiliki akar yang panjang untuk mencari air dan memperlebar penyerapan air dalam tanah. Air yang diserap kaktus disimpan dalam ruang di batangnya. Kaktus juga memiliki daun yang berubah bentuk menjadi duri sehingga dapat mengurangi penguapan air lewat daun. Oleh sebab itu, kaktus dapat tumbuh pada waktu yang lama tanpa air.

Penanaman Cactus:

Umumnya biji cactus berbentuk bulat dengan ukuran yang bervariasi, dari yang sangat lembut seperti pasir sampai yang berbentuk butiran. Untuk komposisi media tanam/semainya dengan perbandingan 50% pasir malang halus, 20% cocopeat, 20% pakis halus (bisa diganti dengan sekam bakar), 10% pupuk kompos/kandang. Komposisi media silakan disesuaikan dengan kondisi dan ketersediaan di daerah masing2.

Berikut prosedur penyemaiannya:

  1. Siapkan media semai dengan komposisi seperti di atas, untuk wadah semainya bisa menggunakan seed tray, pot, atau wadah lain.
  2. Siram media semai tersebut sampai benar2 basah dan tiriskan selama 10 menit sebelum biji mulai disemai.
    Tanam biji 1 mm di bawah permukaan media, untuk bagian topping (paling atas) sebaiknya memakai media yang sudah diayak halus agar partikelnya tidak lebih besar dari ukuran bijinya.
  3. Spray halus biji yang sudah disemai, lalu masukkan dalam sungkup plastik yang kedap udara agar kelembabannya terjaga.
  4. Letakkan pada tempat teduh yang tidak terkena sinar matahari secara langsung.
    Bila biji mulai berkecambah, umumnya seminggu setelah disemai, bibitan harus mulai diberi sinar matahari dengan intensitas yang disesuaikan dengan usianya. Intensitas penyinaran bertahap meningkat sesuai dengan umur bibitannya. Penjemuran dilakukan dalam keadaan masih di dalam sungkup plastik.
  5. Sungkup plastik tetap dipasang sampai bibitan cactus mencapai ukuran yang mulai bisa dipoti satu persatu, biasanya bibitan yang sudah berdiameter >1cm.

https://www.youtube.com/watch?v=OWWO2N6P1iU

Pemeliharaan Cactus:

Media tanam

Tidak ada komposisi media tanam yang paling bagus, karena komposisi yang telah terbukti bagus di suatu wilayah mungkin tidak cocok di wilayah yang lain, yang disebabkan oleh perbedaan iklim, ketinggian, intensitas sinar matahari, kelembaban udara, dll. Jadi Anda harus bereksperimen untuk menemukan campuran yang terbaik untuk Anda.

Komposisi media tanam yang kami gunakan adalah 50% pasir malang; 20% pakis halus; 10% sekam bakar; 10% pupuk kompos; dan 10% cocopeat. Silakan sesuaikan komposisi media tanam Anda sesuai dengan ketersediaan dan kondisi lingkungan Anda, kuncinya adalah media tersebut harus porous (tidak menyimpan air). Untuk menjaga porositas media dalam pot, sebaiknya taruh pasir malang yg butirannya besar pada dasar pot agar saat disiram air cepat merembes keluar melalui lubang-lubang di dasar pot.

Pot

Ketika mengganti pot (repotting), kami jarang membesarkan ukuran pot (overpot) yang kami pakai, kami hanya mengganti media yang telah lama dengan media yang baru. Penggantian pot dan media tanam kami lakukan saat tanaman tersebut sudah tidak muat di ukuran pot semula atau jika tanaman terlihat tidak sehat dan tidak ada pertumbuhannyasama sekali.

Sebagian besar jenis tanaman cactus dan sukulen tidak tumbuh dengan baik dengan cara overpot, karena menyebabkan porositas dalam pot menurun. Namun untuk beberapa jenis tanaman pertumbuhannya memang lebih baik jika ukuran potnya dibesarkan.

Pengalaman dalam merawat tanaman akan membantu menentukan kapan overpot dapat dilakukan dengan aman atau malah justru dapat menyebabkan tanaman tersebut busuk.

Intensitas sinar dan Sirkulasi udara

Untuk penyinaran, ketika tanaman menunjukkan warna hijau pucat dan tumbuh dengan kurus, itu biasanya menunjukkan efek dari kekurangan sinar matahari. Namun penyinaran sinar matahari secara langsung, tanpa naungan plastic UV juga dapat menyebabkan kulit tanaman terbakar (sunburnt), sehingga disarankan untuk menggunakan atap UV untuk mencegah sunburnt dan terlindungi dari guyuran hujan. Untuk mengatur intensitas cahaya pada tanaman sebaiknya dilakukan secara perlahan karena pemindahan tanaman langsung dari tempat teduh ke sinar matahari penuh (fullsun) dapat menyebabkan sunburnt.

Hampir semua tanaman membutuhkan sirkulasi udara yang bagus untuk pertumbuhan yang optimal. Kualitas udara dan sirkulasinya berpengaruh besar pada kesehatan tanaman, dan perkembangbiakkan beberapa jenis hama (misal: spider mites) menurun jika sirkulasi udaranya bagus.

cactus

Penyiraman

Cactus dan sukulen merupakan tanaman yang membutuhkan penyiraman yang relatif minim, karena bila terlalu sering disiram justru menyebabkan mudah busuk. Frekuensi penyiraman tergantung pada banyak faktor seperti suhu udara, cahaya, dan komposisi media tanam. Sehingga tidak ada aturan pakem untuk menentukan seberapa sering penyiraman sebaiknya dilakukan. Kami menyiram kebun kami seminggu sekali di musim hujan dan seminggu 2x di musim kemarau. Seiring dengan pengalaman merawat tanaman, kita dapat menentukan frekuensi penyiraman yang paling sesuai untuk tanaman tersebut.

Penyiraman sebaiknya dilakukan saat pagi hari atau sore hari, kala sinar matahari tidak terlalu terik. Jika media masih terlihat basah/lembab, jangan lakukan penyiraman.

Pupuk

Jangan terlalu sering melakukan pemupukan, sebaiknya pemupukan hanya dilakukan pada saat fase pertumbuhan, karena hampir semua jenis cactus dan sukulen mengalami masa dorman (berhenti tumbuh). Jika terlalu banyak dipupuk, tanaman menjadi terlalu subur sehingga mengurangi keindahannya karena jarak antara duri atau daun menjadi jarang dan tanaman menjadi rentan busuk.

Pupuk yang dipakai bisa berupa pupuk kimia maupun pupuk organik, ikuti aturan pakai dan dosis yang tertera pada kemasannya. Kami biasanya menggunakan pupuk slow release yang ditebar di permukaan media supaya praktis. Untuk cactus dan sukulen disarankan untuk menggunakan pupuk dengan kadar Nitrogen (N) yang rendah.

Source: Wikipedia, Kaskus

Related Post