Cabai | Capsicum Annuum

Andari mungkin akan terkejut untuk review mengetahui bahwa cabai adalah penduduk asli amerika dan menjadi bagian dari diet manusia selama ribuan tahun! Para arkeolog di Ekuador telah menemukan bukti yang menunjukkan orang telah tumbuh dan makan cabai selama lebih dari 6.000 tahun.

Cabai atau cabai merah atau chili adalah buah dan tumbuhan anggota genus Capsicum. Buahnya dapat digolongkan sebagai sayuran maupun bumbu, tergantung bagaimana digunakan. Sebagai bumbu, buah cabai yang pedas sangat populer di Asia Tenggara sebagai penguat rasa makanan. Bagi seni masakan Padang, cabai bahkan dianggap sebagai “bahan makanan pokok” ke sepuluh (alih-alih sembilan). Sangat sulit bagi masakan Padang dibuat tanpa cabai.

Cabai atau lombok termasuk dalam suku terong-terongan (Solanaceae) dan merupakan tanaman yang mudah ditanam di dataran rendah ataupun di dataran tinggi. Tanaman cabai banyak mengandung vitamin A dan vitamin C serta mengandung minyak atsiri capsaicin, yang menyebabkan rasa pedas dan memberikan kehangatan panas bila digunakan untuk rempah-rempah (bumbu dapur). Cabai dapat ditanam dengan mudah sehingga bisa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari tanpa harus membelinya di pasar.

Tanaman cabai cocok ditanam pada tanah yang kaya humus, gembur dan sarang, serta tidak tergenang air; pH tanah yang ideal sekitar 5-6. Waktu tanam yang baik untuk lahan kering adalah pada akhir musim hujan (Maret-April). Untuk memperoleh harga cabai yang tinggi, bisa juga dilakukan pada bulan Oktober dan panen pada bulan Desember, walaupun ada risiko kegagalan. Tanaman cabai diperbanyak melalui biji yang ditanam dari tanaman yang sehat serta bebas dari hama dan penyakit. Buah cabai yang telah diseleksi untuk bibit dijemur hingga kering. Kalau panasnya cukup dalam lima hari telah kering kemudian baru diambil bijinya: Untuk areal satu hektar dibutuhkan sekitar 2-3 kg buah cabai (300-500 gr biji).

Kini anda tidak perlu khawatir karena harga cabe yang terus melonjak tinggi saat menjelang hari besar, sehingga menguras kantong. Karena ada salah satu solusinya, yaitu dengan Cara Menanam Cabe Rawit Di Halaman Rumah. Ya, anda bahkan ibu rumah tangga sekalipun bisa menanam cabe sendiri di halaman rumah. Jangan bayangkan di halaman anda akan ada bedengan-bedengan untuk media tanam cabe rawit yang memakan tempat, karena pohon cabe ini nantinya akan ditempatkan pada polybag atau pot bunga, sehingga praktis dan tidak memakan tempat. Lagipula, bila hanya untuk konsumsi sendiri, dua atau tiga pohon cabe saja kiranya sudah mencukupi kebutuhan keluarga anda.

Penyemaian Cabai

  • Pilihlah terlebih dahulu biji yang akan disemai, anda bisa mengetahui biji yang berkualitas saat merendamnya. Biji yang tenggelam itu lah yang nantinya akan digunakan.
  • Keringkan biji dengan menjemurnya tanpa terkena sinar matahari langsung. Setelah biji kering benar pindahkan ke media penyemaian.
  • Mula-mula, buatlah media tanam dengan mencampurkan tanah dengan sekam atau pupuk kandang. Perbandingan yang digunakan adalah 2:1, 2 untuk tanah dan 1 untuk sekam atau pupuk kandang.
  • Tebar pada kotakan setebal 5-10 cm.
  • Rendamlah biji terlebih dahulu pada air air hangat selama 6 jam, ini untuk merangsang pertumbuhan benih.
  • Penyemaian benih dilakukan dengan memberi jarak 10 cm agar pertumbuhan benih optimal.
  • Siramlah dengan air bersih, air sungai atau sumur lebih bagus.
  • Tutup media semai dengan karung goni basah. Hal ini untuk membuat udara di dalam media semai tetap lembab, jika goni kering maka dibasahi lagi.
  • Setelah 4 hari karung, goni dibuka dan diganti dengan plastik yang transparan, supaya terhindar dari air hujan dan matahari langsung.
  • Setelah 30 hingga 45 hari, benih akan tumbuh daun. Bila jumlahnya ada 4 atau lebih berarti sudah siap ditanam.

Menanam Cabai

  • Siapkan polybag ukuran 30 cm atau pot bunga.
  • Campurkan tanah dengan pupuk kompos juga sekam, dengan perbandingan 1:1:1.
  • Isikan ke polybag atau pot kemudian beri lubang.
  • Pindahkan bibit beserta tanah di sekitar akar supaya tidak rusak.
  • Tekan-tekan tanah di sekitar bibit hingga padat.
  • Saat mulai besar, pasanglah 20 cm bambu di sebelah pohon sebagai penopang ketika tumbuh besar nanti, agar tetap tegak.

cabai

Merawat Cabai

Bila pohon tidak dirawat dengan baik, tentunya mengurangi kualitas cabe rawit yang dihasilkan, atau bahkan pohon itu bisa mati. Perawatannya yaitu dengan :

  • Penyiraman itu penting, namun jangan terlalu sering. Cukup 1 kali sehari, secukupnya jangan terlalu basah, yang penting tanah tidak kekeringan.
  • Bila akan ditambahkan pupuk waktu yang tepat adalah, sebulan setelah penanaman. Dan yang berikutnya setiap cabe rawit selesai dipanen. Pupuk yang digunakan sebaiknya organik saja, agar lebih aman untuk kesehatan bila dikonsumsi.
  • Hama yang biasanya menyerang cabe adalah kutu daun, tungau merah, dan kutu gurem. Bila tanaman terkena hama potong dan buang bagian yang terserang hama, namun bila sudah parah sebaiknya dicabut dan bakar saja agar tidak menular ke tanaman yang lain.

Memanen Cabai

Pemanenan merupakan tahap terakhir dari Cara Menanam Cabe Rawit Di Halaman Rumah. Ketika memasuki umur 2,5 bulan, biasanya sudah bisa dipanen. Petiklah cabe beserta tangkainya pada pagi hari. Selamat mencoba Cara Menanam Cabe Rawit Di Halaman Rumah dan semoga berhasil.

https://www.youtube.com/watch?v=3PAHXokjGOQ

Source: Wikipedia, Belajar Berkebun

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.